Tentukan 2 Judul Lagu Yang Menceritakan Tentang Keindahan Alam

Tentukan 2 Judul Lagu Yang Menceritakan Tentang Keindahan Alam

Tentukan 2 Judul Lagu Yang Menceritakan Tentang Keindahan Alam

Tugas Bacalah teks ulasan berikut! Pemain : Kila Putri Alam, Widuri Putri Sasono, Widi Mulia, Dwi Sasono, Slamet Rahardjo Sutradara Angling Sagaran Tayang : 12 Maret 2020 Film "Buku Harianku" disutradarai Angling Sagaran. Sutradara Angling Sagaran berpengalaman menyutradarai berbagai video klip musik, menyatukan plot dan konflik tersebut dengan gaya musikal yang dinyanyikan para pemainnya. Musik yang keseluruhannya digarap oleh Alfa Dwiagustiar bersama Irvan Natadiningrat sangat padu dengan adegan film pada momen musikal tersebut. BUKU JAMIANKU Film "Buku Harianku" menceritakan Kila (Kila Putri Alam), seorang anak. putri dari Riska (Widi Mulia). Kila yang susah untuk dibujuk makan sayur diajak liburan ke Bali oleh ibunya. Kila ingat sebelum meninggal dulu, ayahnya menjanjikan liburan ke Bali. Akan tetapi, rasa bahagia Kila untuk berlibur ke Bali pupus manakala ibunya terpaksa harus menunda liburan dan malah mengajak Kila ke rumah Kakek Prapto (Slamet Rahardjo) di Sukabumi. MET Di rumah Kakek Prapto, Kila bertemu dengan Rintik (Widuri Puteri), teman masa kecilnya yang bisu. Bersama Rintik dan Kakek Prapto, Kila merasakan liburan yang sangat seru dan menyenangkan sekaligus mendebarkan. Lagu-lagu dalam film "Buku Harianku" sesuai dengan karakter anak-anak. Soundtrack film berisi 10 lagu di antaranya berjudul "Burung Parkit", "Bahasa Isyarat" dan "Buku Harianku". Sisi musik memang menjadi keunggulan film ini. Bahkan, salah satu momen musikal di akhir film menjadi bagian terbaik pada keseluruhan film. Plot sederhana yang dirangkai oleh penulis naskah Alim Sudio dikembangkan dengan selipan konflik besar soal penjualan tanah dengan kehadiran antagonis satu dimensi, Samsudi (Gary Iskak). Memberikan beban komedi pada Samsudi dan dua anak buahnya memang menjadikan film lebih dinamis. Namun, hal ini pula yang menyebabkan film "Buku Harianku" sulit untuk tidak disebut sebagai film anak-anak, ditambah lagi penyelesaian konfliknya yang kelewat sederhana. Tema kehilangan seorang ayah yang dialami Kila dan ibunya, juga Kakek Prapto yang kehilangan putranya menjadi bagian terbaik di dalam naskah yang sayangnya hanya dimunculkan secuil demi secuil meski berdampak besar dalam klimaks film yang luar biasa. Plot lainnya soal alzheimer, pengucilan yang dialami Rintik dan belajar bahasa isyarat adalah subplot-subplot manis lainnya yang mendukung keseluruhan film. Para pemain utama dan pendukung dalam film bermain dengan baik terutama Kila Putri Alam di film perdananya. Widuri Puteri (Keluarga Cemara) di film keduanya berperan tidak kalah bagusnya sebagai Rintik yang bisu. Keduanya berakting menawan bersama aktor senior Slamet Rahardjo yang menunjukkan performa prima sebagai kakek yang tengah berjuang melawan alzheimer dan berusaha melanjutkan hidup pascakematian putranya. Catatan diberikan pada pemeran anak-anak desa yang tampaknya belum terlalu luwes berakting dalam peran yang cukup banyak mendapat screentime. Film "Buku Harianku" adalah film drama musikal keluarga yang memiliki kualitas apik dalam penggarapannya. Meski premisnya sederhana, film tersebut mencakup tema-tema yang membumi dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di balik petualangan Kila di tengah liburannya, film menyelipkan tema melanjutkan hidup di tengah kehilangan yang menjadi kekuatan utama film "Buku Harianku" bersama barisan lagu yang ciamik. Seru, menggembirakan, hangat dan menyentuh. Sumber: https://web.archive.org/web/2020/https://movieden.net/review-buku-harianku-2020-drama-keluarga-ramah-anak-dengan-perpaduan-film- dan-lagu yang indah, diakses 23 Jul 20211.tentukan secara singkat bagian² dalam teks ulasan tersebut!2.tanggapilah keseluruhan isi teks ulasan tersebut dengan bahasamu sendiri!3.tentukan karya yang di ulas dalam teks ulasan tersebut!bantu jawab jangan ngasal maksi​

Daftar Isi

1. Tugas Bacalah teks ulasan berikut! Pemain : Kila Putri Alam, Widuri Putri Sasono, Widi Mulia, Dwi Sasono, Slamet Rahardjo Sutradara Angling Sagaran Tayang : 12 Maret 2020 Film “Buku Harianku” disutradarai Angling Sagaran. Sutradara Angling Sagaran berpengalaman menyutradarai berbagai video klip musik, menyatukan plot dan konflik tersebut dengan gaya musikal yang dinyanyikan para pemainnya. Musik yang keseluruhannya digarap oleh Alfa Dwiagustiar bersama Irvan Natadiningrat sangat padu dengan adegan film pada momen musikal tersebut. BUKU JAMIANKU Film “Buku Harianku” menceritakan Kila (Kila Putri Alam), seorang anak. putri dari Riska (Widi Mulia). Kila yang susah untuk dibujuk makan sayur diajak liburan ke Bali oleh ibunya. Kila ingat sebelum meninggal dulu, ayahnya menjanjikan liburan ke Bali. Akan tetapi, rasa bahagia Kila untuk berlibur ke Bali pupus manakala ibunya terpaksa harus menunda liburan dan malah mengajak Kila ke rumah Kakek Prapto (Slamet Rahardjo) di Sukabumi. MET Di rumah Kakek Prapto, Kila bertemu dengan Rintik (Widuri Puteri), teman masa kecilnya yang bisu. Bersama Rintik dan Kakek Prapto, Kila merasakan liburan yang sangat seru dan menyenangkan sekaligus mendebarkan. Lagu-lagu dalam film “Buku Harianku” sesuai dengan karakter anak-anak. Soundtrack film berisi 10 lagu di antaranya berjudul “Burung Parkit”, “Bahasa Isyarat” dan “Buku Harianku”. Sisi musik memang menjadi keunggulan film ini. Bahkan, salah satu momen musikal di akhir film menjadi bagian terbaik pada keseluruhan film. Plot sederhana yang dirangkai oleh penulis naskah Alim Sudio dikembangkan dengan selipan konflik besar soal penjualan tanah dengan kehadiran antagonis satu dimensi, Samsudi (Gary Iskak). Memberikan beban komedi pada Samsudi dan dua anak buahnya memang menjadikan film lebih dinamis. Namun, hal ini pula yang menyebabkan film “Buku Harianku” sulit untuk tidak disebut sebagai film anak-anak, ditambah lagi penyelesaian konfliknya yang kelewat sederhana. Tema kehilangan seorang ayah yang dialami Kila dan ibunya, juga Kakek Prapto yang kehilangan putranya menjadi bagian terbaik di dalam naskah yang sayangnya hanya dimunculkan secuil demi secuil meski berdampak besar dalam klimaks film yang luar biasa. Plot lainnya soal alzheimer, pengucilan yang dialami Rintik dan belajar bahasa isyarat adalah subplot-subplot manis lainnya yang mendukung keseluruhan film. Para pemain utama dan pendukung dalam film bermain dengan baik terutama Kila Putri Alam di film perdananya. Widuri Puteri (Keluarga Cemara) di film keduanya berperan tidak kalah bagusnya sebagai Rintik yang bisu. Keduanya berakting menawan bersama aktor senior Slamet Rahardjo yang menunjukkan performa prima sebagai kakek yang tengah berjuang melawan alzheimer dan berusaha melanjutkan hidup pascakematian putranya. Catatan diberikan pada pemeran anak-anak desa yang tampaknya belum terlalu luwes berakting dalam peran yang cukup banyak mendapat screentime. Film “Buku Harianku” adalah film drama musikal keluarga yang memiliki kualitas apik dalam penggarapannya. Meski premisnya sederhana, film tersebut mencakup tema-tema yang membumi dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di balik petualangan Kila di tengah liburannya, film menyelipkan tema melanjutkan hidup di tengah kehilangan yang menjadi kekuatan utama film “Buku Harianku” bersama barisan lagu yang ciamik. Seru, menggembirakan, hangat dan menyentuh. Sumber: https://web.archive.org/web/2020/https://movieden.net/review-buku-harianku-2020-drama-keluarga-ramah-anak-dengan-perpaduan-film- dan-lagu yang indah, diakses 23 Jul 20211.tentukan secara singkat bagian² dalam teks ulasan tersebut!2.tanggapilah keseluruhan isi teks ulasan tersebut dengan bahasamu sendiri!3.tentukan karya yang di ulas dalam teks ulasan tersebut!bantu jawab jangan ngasal maksi​

Film “Buku Harianku” merupakan sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2020 dan disutradarai oleh Angling Sagaran. Film ini menceritakan tentang seorang anak bernama Kila yang merasa kecewa karena tidak bisa berlibur ke Bali bersama ibunya seperti yang dijanjikan oleh ayahnya sebelum meninggal. Namun, Kila akhirnya merasakan liburan yang seru dan menyenangkan bersama Rintik, teman masa kecilnya, dan Kakek Prapto di Sukabumi. Film ini memiliki musik yang menjadi keunggulannya, dengan lagu-lagu yang sesuai dengan karakter anak-anak. Plotnya sederhana, tetapi menyelipkan konflik yang terkait dengan penjualan tanah yang dihadiri oleh antagonis satu dimensi. Tema kehilangan seorang ayah juga merupakan bagian penting dari naskah film ini, meskipun hanya muncul secara terpisah. Para pemain utama dan pendukung dalam film ini berperan dengan baik, terutama Kila Putri Alam dan Widuri Puteri yang memerankan tokoh Kila dan Rintik.



Video Terkait