Contoh Cerpen Singkat Beserta Unsur Intrinsiknya Dan Ekstrinsiknya Brainly

Contoh Cerpen Singkat Beserta Unsur Intrinsiknya Dan Ekstrinsiknya Brainly

Contoh Cerpen Singkat Beserta Unsur Intrinsiknya Dan Ekstrinsiknya Brainly

contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik

1. contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik

Arin dan Mimpinya

Arin berasal dari keluarga yang cukup harmonis yang terdiri dari ayah ibu dan dengan 2 anak perempuan mereka yaitu Arin dan Raty. Karena keterbatasan dana, sejak SMP Arin sudah bersekolah jauh dari orang tuanya. Dia tinggal bersama saudara dikeluarga ibunya. Seringkali ia merasa ingin bersekolah bersama keluarga, ibu, ayah dan 1 adiknya. Tapi sayangnya, ia sudah terlanjur meminta kepada orang tuanya untuk tinggal dan bersekolah dengan bibinya yang tinggal sangat jauh dari tempatnya berada.

Tiga tahun sudah berlalu, Arin meminta kepada orangtuanya supaya setelah lulus SMP ia melanjutkan kesekolah negeri dekat dengan orang tuanya. Permintaan itu dikabulkan oleh ibunya tetapi ayahnya sedikit keberatan. “kenapa kamu pindah, Rin ? apakah ada masalah di sekolahmu sehingga kamu ingin pindah?” tanya ayahnya. “Tidak yah, Arin ingin pindah sekolah karna Arin ingin mencari pengalaman lebih banyak lagi di sekolah lain” jawab Arin. “Lalu bagaimana dengan bibi mu, apakah dia setuju dengan keputusanmu itu?” tanya ayahnya. Dengan berat hati Arin menjawab, “Aku belum bicara kepad bibi, tetapi pasti aku akan mengatakan padanya segera”

Arin sebenarnya tahu jika orang tuanya merasa keberatan bukan karena dia harus tinggal bersama bibinya. Namun karena mereka tidak mampu untuk mensekoahkan Arin di sana. Arin pun bimbang dan ragu. Di satu
sisi dia ingin kumpul lagi bersama orang tuanya, di sisi lain dia tahu ayahnya tak punya uang untuk menyekolahkannya. Hari demi hari berlalu, Arin semakin rindu kepada keluarga kecilnya. Tak jarang dia selalu menangis hingga larut malam.

Bibi Arin pun menyadari apa yang Arin rasakan saat ini. “Kamu kenapa nak?” tanya bibinya. “Aku baik-baik saja kok bulek, aku hanya sedang kelelahan,” jawab Arin. Sebenarnya Bibinya pun sudah mengetahui apa yang sedang Arin rasakan tetapi dia tak mau menambah beban Arin saat ini. “Nak bibi akan selalu mendoakanmu, Bibi juga akan selalu mendukung apa yang ingin kau lakukan, berusahalah dengan giat untuk mendapatkan keinginanmu,” nasehat bibinya. Setelah mendapatkan nasehat itu, Arin menjadi semangat. Meskipun Arin belum membicarakan masalah kepada bibinya, dia tahu bahwa bibinya akan selalu mendukungnya.

Beberapa hari setelah itu, Arin mendapat kabar bahwa sekolah SMAN 1 Bumi Putera di dekat rumah orang tuanya mengadkan lomba pidato dan pemenangnya akan diterima bersekolah disana dan mendapatkan beasiswa. Arin pun mengikuti lomba pidato itu dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Dia pun memberitahukan kabar gembira itu kepada orang tua dan Bibinya.  

Pada awalnya mereka belum menyetujuinya. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari Arin, akhirnya permintaanny diperbolehkan oleh orangtua dan bibinya. Tapi sayang, pihak sekolah sempat menahan Arin karena prestasi-prestasi dari dirinya. Sekolah tidak mengizinkan Arin pindah ke SMA lain karna ia membawa prestasi cemerlang. Tetapi setelah mendesak kepala pimpinannya, akhirnya Arin diperbolehkan pindah. Ia sangat senang sekali. Ia juga sedih ketika ia berpamitan dengan teman-temannya yang sayang padanya. Arin berpesan kepada teman-temannya untuk selalu semangat dan giat dalam belajar dan juga tidak melupakannya.  

Ketika masuk tahun ajaran baru, Arin pun bisa kembali berkumpul bersama orang tuanya. Ia berkumpul bersama ayah, ibu, dan adiknya. Rasa rindu yang sangat mendalam dapat berkumpul bersama keluarga walaupun makan dengan lauk sambal akan terasa lebih nikmat bila berkumpul bersama.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen “Arin dan Mimpinya”

1. Tema : Kebersamaan keluarga

2. Latar  

Tempat : Rumah bibinya, Sekolah Arin, Rumah Arin

Suasana : Sedih (Tak jarang dia selalu menangis hingga larut malam), Bahagia (Dia pun memberitahukan kabar gembira itu kepada orang tua dan Bibinya), Haru (Ia juga sedih ketika ia berpamitan dengan teman-temannya yang sayang padanya)

Waktu : Malam (Terbukti saat Arin menangis karena rindu keluarganya), Pagi hari (Terlihat ketika Arin mengikuti lomba pidato dan berpamitan kepada temannya)

3. Alur : Maju

4. Tokoh: Arin (Antagonis), Bibi dan Ayah (Tritagonis), Tidak ada tokoh antagonis karena konflik yang terjadi adalah konflik batin tokoh utamanya

5. Penokohan:  

Arin : Penyayang, Pintar, Berkemauan tinggi,  

Bibi : Penyayang, Baik

Ayah : Pesimis, Baik

6. Sudut pandang : Orang ke tiga tunggal

7. Gaya Bahasa : Pengarang menyampaikaan ceritanya dengan bahasa yang mudah dimengerti tanpa kiasan sehingga cerita mudah dimengerti

8. Moral Value: Jangan menyerah dengan keadaan karean setiap masalah pasti ada jalan keluar

2. contoh cerpen singkat yang ada unsur intrinsik dan ekstrinsiknya ?

Ini kakak kasih link untuk ke blog nya dibuka aja disitu lengkap:)

http://kang-op.blogspot.co.id/p/cerpen-nasib-unsur-intrinsik-ekstrinsik_1.html?m=1

3. Contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya brainly

Jawaban:

Baik Luar Dalam

Di suatu hari yang cerah, terdapat dua orang gadis bernama Dian dan Lisa yang tengah mengerjakan tugas sekolah di rumahnya Dian. Mereka berdua mengerjakan tugas sekolah dengan serius dan suasananya pun nampak hening.

Kemudian datanglah teman Dian yang bernama Tyas di depan rumahnya. Namu Dian sendiri seolah tidak memperhatikan kehadiran Tyas tersebut.

“Dian, itu di depan rumah ada Tyas sedang nungguin kamu, buruan temui dia, kasian sudah sejak tadi dia nungguin kita.” Ujar Lisa yang tengah mengerjakan tugas di rumah Dian.

“Bi, bilangin ke Tyas yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi atau bilang gak ada gitu ya.” Pinta Dian kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya.

“Baik non, Bibi sampaikan.” Jawab si Bibi.

“Eh Dian, kenapa kamu seperti itu sama Tyas? Padahal kan dia pastinya sudah datang jauh-jauh, kenapa kamu usir, gak enak kan. Kasian dia, dia juga anak yang baik Yan.” Ujar Lisa yang coba menasehati Dian.

“Kamu itu gak tau Tyas apa Lis, dari luarnya memang dia orang yang baik, ramah dan juga manis.

Tetapi masa kamu hanya mengukur sifat dan sikap seseorang hanya dengan begitu saja, dia itu hanya manis di luar tapi dalamnya pahit tahu.” Jawab Dian dengan sinis.

“Loh, pahit gimana maksudnya Yan?” Balas Lisa yang masih bingung dengan jawaban Dian.

“Tahu gak sih kamu Lis, Tyas itu sering banget membicarakan keburukan orang lain.

Bahkan dia sering membicarakan keburukan teman sendiri di belakangnya. Pokoknya banyak banget deh kalo harus jelasinnya.” Jawab Dian dengan setengah sinis.

“Dia itu beda banget sama kamu Lis, kamu itu judes, ceplas ceplos kalo ngomong sama aku, tetapi setidaknya kamu mempunyai hati yang tulus Lis, bukannya sahabat yang baik di luarnya saja tapi dalamnya busuk.

Dalam menjalin pertemanan, aku tidak membutuhkan tampilan luar dari seseorang Lis” Jelas Dian panjang lebar kepada Lisa.

Unsur Intrinsik Cerpen:

Tema: Persahabatan.

Alur/Plot: Maju.

Setting: Rumah Dian, depan rumah, hari yang cerah, sinis.

Tokoh: Dian, Lisa Tyas, Bibi pembantu rumah.

Watak: Dian (protagonis), Tyas (antagonis), Lisa (netral).

Sudut Pandang: Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.

Amanat: Dalam menjalin pertemanan harus baik di depan dan tidak menjelek-jelekkan temannya.

4. contoh cerpen beserta sinopsis, unsur intrinsik dan ekstrinsik serta kekurangan dan kelebihan?

Unsur intrinsik adalah Alur tokoh karu

5. cerpen kala senja beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik

unsur intrisik dalam cerpen adalah tema,alur,penokohan,latar.

6. Buatlah sebuah cerpen singkat dengan penjelasan unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ada di dalamnya​

Jawaban:

Baik Luar Dalam

Di suatu hari yang cerah, terdapat dua orang gadis bernama Dian dan Lisa yang tengah mengerjakan tugas sekolah di rumahnya Dian. Mereka berdua mengerjakan tugas sekolah dengan serius dan suasananya pun nampak hening.

Kemudian datanglah teman Dian yang bernama Tyas di depan rumahnya. Namu Dian sendiri seolah tidak memperhatikan kehadiran Tyas tersebut.

“Dian, itu di depan rumah ada Tyas sedang nungguin kamu, buruan temui dia, kasian sudah sejak tadi dia nungguin kita.” Ujar Lisa yang tengah mengerjakan tugas di rumah Dian.

“Bi, bilangin ke Tyas yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi atau bilang gak ada gitu ya.” Pinta Dian kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya.

“Baik non, Bibi sampaikan.” Jawab si Bibi.

“Eh Dian, kenapa kamu seperti itu sama Tyas? Padahal kan dia pastinya sudah datang jauh-jauh, kenapa kamu usir, gak enak kan. Kasian dia, dia juga anak yang baik Yan.” Ujar Lisa ya
ng coba menasehati Dian.

“Kamu itu gak tau Tyas apa Lis, dari luarnya memang dia orang yang baik, ramah dan juga manis. Tetapi masa kamu hanya mengukur sifat dan sikap seseorang hanya dengan begitu saja, dia itu hanya manis di luar tapi dalamnya pahit tahu.” Jawab Dian dengan sinis.

“Loh, pahit gimana maksudnya Yan?” Balas Lisa yang masih bingung dengan jawaban Dian.

“Tahu gak sih kamu Lis, Tyas itu sering banget membicarakan keburukan orang lain. Bahkan dia sering membicarakan keburukan teman sendiri di belakangnya. Pokoknya banyak banget deh kalo harus jelasinnya.” Jawab Dian dengan setengah sinis.

“Dia itu beda banget sama kamu Lis, kamu itu judes, ceplas ceplos kalo ngomong sama aku, tetapi setidaknya kamu mempunyai hati yang tulus Lis, bukannya sahabat yang baik di luarnya saja tapi dalamnya busuk. Dalam menjalin pertemanan, aku tidak membutuhkan tampilan luar dari seseorang Lis” Jelas Dian panjang lebar kepada Lisa.

Penjelasan:

Unsur Intrinsiknya

Setelah kita membaca contoh cerpen singkat tentang persahabatan di atas, kita juga perlu mengetahui bagaimana unsur intrinsik yang membangun cerpen tersebut. Berikut unsur intrinsiknya

Tema: Persahabatan

Alur/Plot: Maju.

Setting: Rumah Dian, depan rumah, hari yang cerah, sinis.

Tokoh: Dian, Lisa Tyas, Bibi pembantu rumah.

Watak: Dian (protagonis), Tyas (antagonis), Lisa (netral).

Sudut Pandang: Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan

Amanat: Dalam menjalin pertemanan harus baik di depan dan tidak menjelek-jelekkan temannya.

Nah itu tadi contoh cerpen singkat persahabatan dan unsur intrinsiknya. Cukup mudah bukan cara menentukan unstur intrinsiknya. Atau mungkin ada yang kurang suka dengan contoh cerpen singkat sahabat di atas?

semoga membantu:)

Jawaban:

cerpen singkat:

1. Abstrak

Struktur cerpen pertama adalah abstrak. Abstrak sendiri merupakan struktur tambahan dan menjadi pelengkap dalam cerpen.

Abstrak sendiri merupakan suatu pemaparan awal dari cerita yang akan disampaikan. Karena abstrak merupakan struktur tambahan, sehingga bisa jadi tidak ada dalam suatu cerpen.

2. Orientasi

Struktur selanjutnya dalam cerpen merupakan orientasi atau perkenalan.

Pada poin ini kita menjelaskan tentang latar baik waktu, tempat maupun suasana yang ada di dalam sebuah cerpen yang akan kita buat atau pun yang sedang kita baca.

3. Komplikasi

Struktur berikutnya dalam cerpen adalah komplikasi. Dalam struktur cerpen ini kita disajikan suatu paparan awal sebuah masalah yang dihadapi oleh tokoh.

Pada bagian ini kebanyakan watak dari tokoh yang diceritakan di cerpen akan dijelaskan.

4. Evaluasi

Struktur selanjutnya setelah komplikasi adalah evaluasi. Dalam struktur ini kita disajikan suatu paparan masalah yang akan semakin memuncak.

Kebanyakan puncak dari masalah tersebut ditulis dalam bagian evaluasi.

5. Resolusi

Setelah konflik yang semakin memuncak tentunya akan ada suatu solusi dalam semua cerita. Begitu pula dalam cerpen. Setelah konflik tersebut selanjutnya merupakan struktur resolusi.

Dalam struktur ini kita disajikan suatu akhir dari permasalahan yang ada di dalam cerpen serta suatu solusi dari permasalahan yang dialami oleh tokoh tersebut akan dijelaskan pada struktur ini.

6. Koda

Setelah konflik dalam cerpen selesai dengan solusi permasalahan yang ada, masih ada satu struktur yang tidak kalah pentingnya. Struktur tersebut adalah koda.

Koda sendiri merupakan pesan moral yang ada dalam sebuah cerpen yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca.

.

1. Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik atau unsur dari dalam merupakan unsur pertama dalam cerpen. Di dalam sebuah cerpen selalu terdapat unsur pembentuk yang ada di dalam tubuh atau susunan cerpen itu sendiri.

Ini disebut dengan unsur intrinsik. Dalam cerpen sendiri terdapat berbagai unsur intrinsik pembangun cerpen yakni:

1. Tema

Tema sendiri merupakan suatu pokok pikiran yang mendasari jalannya cerpen atau cerita pendek.

2. Alur/Plot

Unsur selanjutnya merupakan alur atau urutan peristiwa yang ada di dalam cerpen. Pada umumnya alur dari cerpen dimulai dengan perkenalan, konflik, klimaks dan diakhiri dengan penyelesaian.

3. Setting

Unsur selanjutnya yang harus ada dalam cerpen merupakan setting. Setting sendiri merupakan bentuk latar atau tempat, waktu dan suasana yang terdapat pada cerpen.

4. Tokoh

Unsur selanjutnya yang tidak boleh terlewat dalam cerpen merupakan tokoh. Tokoh merupakan pemeran yang diceritakan di dalam cerpen, baik itu pemeran utama maupun pendukung.

5. Watak

Setelah muncul tokoh, berikutnya yang tak perlu dilupakan merupakan watak atau sifat tokoh. Setiap tokoh pemeran dalam cerpen pasti memiliki sifat atau watak.

Dalam cerpen sendiri watak dibagi menjadi tiga yaitu protagonis (baik), antagonis (jahat) dan netral.

6. Sudut Pandang

Unsur selanjutnya yang tidak boleh dilupakan dalam cerpen merupakan sudut pandang.

Sudut pandang sendiri merupakan cara pandang penulis menceritakan isi atau kejadian dalam sebuah cerpen. Dalam hal sudut pandang sendiri dibagi menjadi dua yaitu:

A. Sudut pandang orang pertama

Pelaku utama : “Aku” merupakan tokoh utama.

Pelaku sampingan : “Aku” menceritakan tentang orang lain.

B. Sudut pandang orang ketiga

Serba tahu : “dia” menjadi tokoh utama.

Pengamat : “dia” menceritakan orang lain.

7. Amanat

Unsur intrinsik terakhir merupakan amanat atau pesan moral. Amanat sendiri merupakan pesan atau pelajaran yang terdapat di dalam cerpen baik tersirat maupun tersurat dalam cerpen.

.

2. Unsur Ekstrinsik Cerpen

Setelah kita mengetahui tentang berbagai macam unsur intrinsik, kita juga harus mengetahui unsur ekstrinsik dalam cerpen.

.

Unsur ini merupakan unsur yang berada di luar cerpen tetapi seringkali bisa membuat cerpen terasa lebih hidup. Cerpen akan terasa lebih hidup jika ditambahkan dengan peristiwa yang terjadi di suatu lingkungan.

Inilah yang kemudian dinamakan unsur ekstrinsik atau unsur pembangun cerpen dari luar.

Dalam membuat unsur ekstrinsik cerpen bisa diambil dari latar belakang yang ada di dalam masyarakat.

Semisal mengambil keadaan sosial, budaya, politik, ideologi dan ekonomi masyarakat atau bahkan legenda yang ada di dalam masyarakat itu sendiri.

Selain itu, latar belakang penulis juga masuk ke dalam unsur ekstrinsik cerpen, baik itu riwayat hidup, pengalaman ataupun juga gaya penulisan yang sering digunakan oleh pengarang atau penulis.

7. contoh cerpen unsur intrinsik dan unsur Ekstrinsik ​

Jawaban:

cerpen adalah cerita pendek yang di singkat cerpen

Penjelasan:

sangat sangat sangat jelas

8. Tuliskan contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik !

Penjelasan:

Cerpen Singkat Pendidikan

Mengajarkan Tentang Bersikap Rendah Hati

Ada seorang anak bernama Fitri, dia merupakan murid kelas 6 SD yang sangat pintar dan baik hati. Di sekolah sangat banyak teman yang menyukainya karena sikapnya tersebut. Tidak jarang, semua ingin berteman dengan Fitri. Ada lagi anak perempuan bernama Ita, ia berbanding terbalik dengan Fitri. Ia pintar namun sangat sombong. Temannya hanya dua yaitu Lisa dan Lily, gadis kembar di sekolahnya.

Suatu hari, Ibu guru mengumumkan bahwa akan ada perlombaan
membaca pidato dua minggu lagi. Bu Yati selaku wali kelas 6 membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin ikut seleksi. Fitri dan Ita jelas ikut berpartisipasi. Setiap hari mereka selalu latihan membaca pidato agar lolos seleksi. Sampai hari penyeleksian tiba, keduanya memberikan tampilan yang memukau lalu dinyatakan lolos.

Saat hari perlombaan tiba, Ita terus saja membanggakan dirinya, menyatakan bahwa pasti ia akan juara. Sebab sebelumnya dia juga pernah menjadi juara waktu kelas 5 SD di lomba pidato. Berbeda dengan Fitri, ia tidak henti-hentinya berdoa dan berlatih, mencoba menghafal kembali teks pidato. Ita pun dipanggil lebih dulu, sang juara kelas 5 SD kini mendadak lupa teks pidato yang sudah dihafalnya.

Setelah itu, Fitri maju dan memberikan penampilan yang sangat bagus. Semua juri kagum termasuk Bu Yati yang saat itu datang untuk menemani mereka lomba. Pengumuman pun tiba, Fitri keluar menjadi juara 1 sedangkan Ita harus menahan air matanya karena dia tidak menang sama sekali. Cerpen pendidikan ini mengajarkan kita bahwa harus menjadi orang yang rendah hati dan jangan sombong.

Unsur intrinsik terdiri dari tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar waktu, gaya, bahasa, sudut pandang, dan amanat.

Tema

Tema biasanya tidak dijelaskan dalam sebuah cerpen. Anda harus membaca terlebih dahulu alur cerita sehingga mengenali rangkaian peristiwa di dalamnya.

Tema adalah gagasan dasar yang menjadi latar belakang keseluruhan cerita. Tema bisa bersifat umum misalnya mengangkat permasalahan di lingkungan, pengalaman pribadi penulis, tema pendidikan, sejarah, dan masih banyak lagi.

Tokoh

Tokoh merupakan unsur penting untuk mengembangkan cerita cerpen. Tokoh dalam cerita menggambarkan karakter tokoh, pengungkapan jalan pikiran, penggambaran fisik, dan gambaran lingkungan tempat tinggal tokoh.

Alur

Cerpen biasanya memakai alur maju. Alur adalah rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita. Alur dibagi menjadi alur maju, mundur, dan alur campuran.

Rangkaian peristiwa dalam alur diawalai dengan perkenalan tokoh atau cerita, konflik, penyelesaian, dan keputusan.

Dalam sebuah alur adalah konflik yang muncul bersamaan dengan tokoh. Konflik adalah permasalahan yang terjadi pada tokoh utama. Konflik ini mengakibatkan pertentangan antar tokoh utama dengan tokoh lain.

Sudut Pandang

Sudut pandang adalah segi pandang penulis sebagai pengamat di luar cerita. Pengarang bisa memakai kata ganti orang ketiga untuk menceritakan peristiwa atau tokoh utama. Pengarang bisa mengganti tokoh utama dengan sebutan aku yang memakai kata ganti pertama.

Gaya Bahasa

Gaya bahasa berguna untuk menciptakan nada atau suasana persuasif. Gaya bahasa ini memperlihatkan dialog dan interaksi antar tokoh. Penulis perlu memakai bahasa yang cermat untuk menceritakan suasana dan imajinasi pembaca.

Latar

Latar biasanya berhubungan dengan suasana, waktu, dan tempat terjadinya cerita. Dalam novel akan dijelaskan dimana, kapan, dan bagaimana penggambaran suasana tokoh dalam lingkungannya.

Latar dalam cerita bisa berupa imajinasi atau faktual. Latar ini dipakai untuk memperkuat keyakinan pembaca dalam jalannya sebuah cerita.

Amanat atau Pesan

Pesan biasanya disampaikan oleh penulis pada pembaca tentang nilai moral dalam sebuah cerpen. Amanat ini berupa perbuatan baik akan mengalahkan perbuatan jahat.

Amanat dalam cerpen bisa disampaikan secara tersembunyi (implisit) atau eksplisit (tersurat). Pesan bisa juga disampaikan dalam bentuk ucapan antar tokoh. Amanat ini bisa dipahami oleh pembaca melalui serangkaian peristiwa yang disajikan.

Unsur ekstrinsik meliputi biografi pengarang, keadaan lingkungan pengarang, subjektivitas pengarang, dan keadaan psikologi.

Unsur ekstrinsik bisa berhubungan dengan nilai moral, budaya, dan agama yang dianut masyarakat.

Unsur ini bisa menjelaskan informasi terkait pengarang yang berpengaruh. Ciri khas unsur ekstrinsik terdapat pada penggambaran pemikiran, budaya, dan latar belakang dari pengarang. Berikut penjelasan tentang bagian unsur ekstrinsik.

Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat bisa terdiri dari ideologi negara kondisi politik, kondisi sosial, dan kondisi ekonomi.

Latar Belakang Penulis

Unsur ekstrinsik berupa latar belakang penulis seperti riwayat hidup, kondisi psikologis, dan aliran sastra.

Nilai yang Terkandung

Dalam sebuah cerpen mengandung nilai penting seperti nilai agama, nilai sosial, dan nilai moral.

9. contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik dari cerpen tersebut ​

Dia Sahabatku

Pada suatu hari hiduplah dua orang sahabat mereka bernama shelly dan yenni. Mereka bersahabat selama 3 tahun lamanya. Shelly dan yenni saling menyayangi bahkan banyak orang-orang yang menyangka bahwa mereka saudara kandung. Setiap pagi sebelum berangkat kesekolah shelly selalu pergi kerumah Yenni untuk bersama berangkat ke sekolah.

Pada siang harinya sesuai dengan rencana yang mereka telah sepakati sebelumnya, merka akan pergi ke swalayan yang tidak berada jauh dari sekolah mereka. Mereka pergi ke swalayan untuk membeli sebuah kado  dan kue yang akan mereka belikan untuk nenek shelly. Nenek Shelly adalah orang yang baik. Ia selalu baik dan ramah kepada Yenni walaupun Yenni bukan cucu dari sang Nenek. Bukan hanya itu Nenek shelly juga terkadang memberikan nasihat dan  uang saku Cuma-Cuma  kepada mereka.

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore tetapi belum juga ada kabar yang pasti dari Yenni. Sembari menunggu kedatangan Yenni , Shelly membaca novel yang sebelumnya di beli di Toko Buku langganan mereka bersama Yenni. Membaca novel adalah hobi yang dimiliki shelly, berbeda dengan Yenni yang lebih memilih untuk bermain basket. Meskipun hobi mreka yang berbeda  tetapi mereka tetap dapat bersama. Bila ada latihan basket di sekolah maka shelly selalu setia menunggu Yenni sembari mengerjakan tugas atau sekedar untuk melanjutkan membaca novel.

“Aduh Yenni kemana ya?, Tanya shelly dalam hati” Shelly yang merasa panik terhadap Yenni karena sudah 3 jam setelah dirinya menunggu tidak ada kabar yang pasti dari Yenni.  “ Shelly “ Teriak seorang remaja yang berada tidak jauh dari keberadaannya. “ maaf, tadi aku harus membersihkan lapangan sebelum pulang, karena aku lupa mengerjakan tugas Matematika “ Jawab Yenni. Dengan wajah kesal sekaligus kasihan setelah mendengarkan alasan yang diberikan Yenni akhirnya Shelly memutuskan untuk pergi ke Swalayan. “ kan aku udah pernah bilang, kalo ada tugas itu langsung dikerjain malemnya “ Shelly member nasihat kepada Yenni dengan sedikit marah.

Setelah sampai di tempat yang mereka tuju yaitu swalayan, mereka langsung segera membeli kue dan memilih kira-kira kado yang mana yang pantas untuk Nenek Shelly. Shelly dan Yenni memutuskan untuk membeli baju sebagai hadiah yang akan mereka belikan kepada Nenek. Baju berwarna kuning yang cocok dengan kuli Nenek yang berwarna cukup cerah membuat mereka merasa itulah hadiah yang pas dan cocok untuk mereka berikan kepada Nenek. Bagi Yenni, Nenek Shelly adalah neneknya juga karena, Nenek Shelly juga selalu menyamakan kasih sayang yang ia berikan kepada Shelly dan Yenni. Maka dari itu, Yenni selalu menyayangi semua keluarga Shelly. Bagi Yenni mengeluarkan uang itu tak masalah asalkan Nenek atau keluarga Shelly yang lain bahagia. Setelah selesai membelanjakan kebutuhan apa saja yang mereka inginkan, mereka memutuskan untuk pulang karena mereka sudah ditunggu di Rumah Nenek oleh keluarga Shelly. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk cepat-cepat pulang.

Sesampainya di Rumah, mereka segera disambut oleh keluarga Shelly. Keluar
ga Shelly sudah mengganggap Yenni sebagai keluarga. Kebersamaan yang tidak bisa di dapatkan di dalam keluarga Yenni dapat Ia dapatkan di saat bersama dengan keluarga Shelly. Selain itu baik keluarga Shelly juga selalu memperhatikan Yenni.

Yenni hanya tinggal berdua dengan ayahnya selain itu, ayah Yenni  sering pergi meninggalkan Yenni untuk mencari uang berdagang di luar kota. Dengan kata lain, Yenni selalu merasa kesepian  bahkan kadang enggan untuk pulang kerumah. Ibu Yenni telah lama bercerai dengan Ayahnya kurang lebih semenjak Yenni berumur 11 tahun. Semenjak Ayah dan Ibunya bercerai Yenni tidak pernah bertemu Ibunya. Ia tidak pernah merasakan perhatian dari seorang Ibu semenjak kedua orang tuanya telah resmi bercerai. Oleh karena hal itu, Shelly selalu berada di dekat Yenni karena ia tidak ingin sahabatnya merasa kesepian karena baginya persahabatan itu bukan hanya dapat dikatakan dimulut saja tetapi dibuktikan dengan nyata.

Analisis Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik

1. Unsur Instrinsik:

a. Tokoh

 -Shelly

 -Yenni

 -Nenek

b. Penokohan

 -Shelly : Baik, Rajin, Pintar

 -Yenni : Baik, Malas

 -Nenek: Baik

c. Latar

 – Sekolah

 – Swalayan

 – Rumah Nenek

d. Sudut Pandang

Dalam penulisan cerpen ini penulis menuliskan cerpen dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga karena dalam penulisan cerpen menceritakan kisah orang lain.

e. Tema: Persahabatan

f. Amanat

Amanat yang di sampaikan dari cerpen di atas adalah kita harus menyayangi orang lain walaupun kita tidak ada berhubungan darah dan saling mengerti satu sama lain.

2. Unsur Ekstrinsik

Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang yang dituliskan dari cerpen diatas yang telah disampaikan penulis adalah adanya kasih sayang dari lingkungan sekitar yang membuat menguatnya persahabatan yang diceritakan oleh penulis. 

Penjelasan:

Semogamembantu

10. tuliskan cerpen beserta unsur intrinsik dan ekstrinsiknya!

unsur instrinsik cerpen: tokoh dan karakter tokoh,latar(seting),alur,sudut pandang,gaya bahasa,tema,amanat
unsur extrinsik:latar belakang penulis yaitu: biodata ,latar kehidupan pengarang

11. Sebut dan jelaskan scr singkat unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen itu?

1. UNSUR INSTRINSIK adalah unsur yang ada didalam isi cerpen

TERDIRI DARI:

a. Tema

b. Tendensi/tujuan.

c. Amanat.

d. Setting.

e. Alur.

f. Sudut pandang.

g. Tokoh.

h. Penokohan.

i. Konflik.

j. Moral.

k. Koda.

2. UNSUR EKSTRINSIK adalah unsur pembentuk dari latar belakang cerpen.

12. contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan ekstrinsiknya

unsur intrinsik :
– tema
– tokoh dan karakter tokoh
– latar (setting)
– amanat
– alur (plot)
– sudut pandang
– gaya bahasa

unsur ekstrinsik :
– keadaan subjektivitas pengarang yang memiliki sikap , keyakinan , dan pandangan hidup
– psikologis pengarang
– keadaan di lingkungan pengarang , seperti ekonomi , politik dan sastra sosial
– pandangan hidup suatu bangsa dan berbagai karya seni lainnya

13. contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya tolong​

lu merasa bosan di dalam mobil. Ia segera turun. Di dekatnya ada pohon oak besar. Dahan-dahannya juga besar dan melengkung. Daun daunnya tampak indah keemasan karena sedang musim gugur.

Mereka berada di halaman berumput milik Kakek andy. Halaman yang sangat luas, tempat kuda-kuda kakek andy berlari dan merumput. Pagar-pagar kayunya cukup tinggi dan pagarnya digembok. Walau tidak digembok, lu juga tidak berani keluar dari tempat itu.

“Oh, andy Aku tidak bisa berpikir apa-apa. Kita main apa, ya, andy

Rumputnya basah. Aku tidak mau mengotori sepatuku. Aku kan mau ke ulang tahun Bibi Luisa,” lu berbisik di telinga bonekanya. “Aku harap ada seseorang yang bisa diajak main.”

Saat itu, tiba-tiba angin bertiup menggerakkan dahan-dahan pohon besar pohon oak. Daun daun gugur dari pohon mulai berjatuhan di sekeliling mereka.

lu(nama lu) :vv

Baik Luar Dalam

Di suatu hari yang cerah, terdapat dua orang gadis bernama Dian dan Lisa yang tengah mengerjakan tugas sekolah di rumahnya Dian. Mereka berdua mengerjakan tugas sekolah dengan serius dan suasananya pun nampak hening.

Kemudian datanglah teman Dian yang bernama Tyas di depan rumahnya. Namu Dian sendiri seolah tidak memperhatikan kehadiran Tyas tersebut.

“Dian, itu di depan rumah ada Tyas sedang nungguin kamu, buruan temui dia, kasian sudah sejak tadi dia nungguin kita.” Ujar Lisa yang tengah mengerjakan tugas di rumah Dian.

“Bi, bilangin ke Tyas yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi atau bilang gak ada gitu ya.” Pinta Dian kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya.

“Baik non, Bibi sampaikan.” Jawab si Bibi.

“Eh Dian, kenapa kamu seperti itu sama Tyas? Padahal kan dia pastinya sudah datang jauh-jauh, kenapa kamu usir, gak enak kan. Kasian dia, dia juga anak yang baik Yan.” Ujar Lisa yang coba menasehati Dian.

“Kamu itu gak tau Tyas apa Lis, dari luarnya memang dia orang yang baik, ramah dan juga manis.

Tetapi masa kamu hanya mengukur sifat dan sikap seseorang hanya dengan begitu saja, dia itu hanya manis di luar tapi dalamnya pahit tahu.” Jawab Dian dengan sinis.

“Loh, pahit gimana maksudnya Yan?” Balas Lisa yang masih bingung dengan jawaban Dian.

“Tahu gak sih kamu Lis, Tyas itu sering banget membicarakan keburukan orang lain.

Bahkan dia sering membicarakan keburukan teman sendiri di belakangnya. Pokoknya banyak banget deh kalo harus jelasinnya.” Jawab Dian dengan setengah sinis.

“Dia itu beda banget sama kamu Lis, kamu itu judes, ceplas ceplos kalo ngomong sama aku, tetapi setidaknya kamu mempunyai hati yang tulus Lis, bukannya sahabat yang baik di luarnya saja tapi dalamnya busuk.

Dalam menjalin pertemanan, aku tidak membutuhkan tampilan luar dari seseorang Lis” Jelas Dian panjang lebar kepada Lisa.

Unsur Intrinsik Cerpen

Tema: Persahabatan.

Alur/Plot: Maju.

Setting: Rumah Dian, depan rumah, hari yang cerah, sinis.

Tokoh: Dian, Lisa Tyas, Bibi pembantu rumah.

Watak: Dian (protagonis), Tyas (antagonis), Lisa (netral).

Sudut Pandang: Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.

Amanat: Dalam menjalin pertemanan harus baik di depan dan tidak menjelek-jelekkan temannya.

SEMOGA MEMBANTU !

14.  contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik nya

cerita hidup kamu jg dpat menjadi cerpen
dengan unsur intrinsik: 1. Tema 
                                  2. Latar (Tempat, waktu, suasana)
                                  3. Tokoh
                                  4. Penokohan
                                  5. Setting
unsue ekstrinsik : kehidupan pribadi pengarang seperti, agama, pokoknya kayak biografi pengarang.
hhheeee kalo
gak salah sheeee

15. contoh cerpen beserta unsur intrinsik,ekstrinsik,dan sinopsis

Unsur intrinsik:Tema,Alur,Tokoh Dan Penokohan, Latar,Sudut pandang Dan amanat

16. buatlah cerpen beserta unsur unsur intrinsik dan ekstrinsiknya​

Jawaban:

Dia Sahabatku

Pada suatu hari hiduplah dua orang sahabat mereka bernama shelly dan yenni. Mereka bersahabat selama 3 tahun lamanya. Shelly dan yenni saling menyayangi bahkan banyak orang-orang yang menyangka bahwa mereka saudara kandung. Setiap pagi sebelum berangkat kesekolah shelly selalu pergi kerumah Yenni untuk bersama berangkat ke sekolah.

Pada siang harinya sesuai dengan rencana yang mereka telah sepakati sebelumnya, merka akan pergi ke swalayan yang tidak berada jauh dari sekolah mereka. Mereka pergi ke swalayan untuk membeli sebuah kado dan kue yang akan mereka belikan untuk nenek shelly. Nenek Shelly adalah orang yang baik. Ia selalu baik dan ramah kepada Yenni walaupun Yenni bukan cucu dari sang Nenek. Bukan hanya itu Nenek shelly juga terkadang memberikan nasihat dan uang saku Cuma-Cuma kepada mereka.

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore tetapi belum juga ada kabar yang pasti dari Yenni. Sembari menunggu kedatangan Yenni , Shelly membaca novel yang sebelumnya di beli di Toko Buku langganan mereka bersama Yenni. Membaca novel adalah hobi yang dimiliki shelly, berbeda dengan Yenni yang lebih memilih untuk bermain basket. Meskipun hobi mreka yang berbeda tetapi mereka tetap dapat bersama. Bila ada latihan basket di sekolah maka shelly selalu setia menunggu Yenni sembari mengerjakan tugas atau sekedar untuk melanjutkan membaca novel.

“Aduh Yenni kemana ya?, Tanya shelly dalam hati” Shelly yang merasa panik terhadap Yenni karena sudah 3 jam setelah dirinya menunggu tidak ada kabar yang pasti dari Yenni. “ Shelly “ Teriak seorang remaja yang berada tidak jauh dari keberadaannya. “ maaf, tadi aku harus membersihkan lapangan sebelum pulang, karena aku lupa mengerjakan tugas Matematika “ Jawab Yenni. Dengan wajah kesal sekaligus kasihan setelah mendengarkan alasan yang diberikan Yenni akhirnya Shelly memutuskan untuk pergi ke Swalayan. “ kan aku udah pernah bilang, kalo ada tugas itu langsung dikerjain malemnya “ Shelly member nasihat kepada Yenni dengan sedikit marah.

Setelah sampai di tempat yang mereka tuju yaitu swalayan, mereka langsung segera membeli kue dan memilih kira-kira kado yang mana yang pantas untuk Nenek Shelly. Shelly dan Yenni memutuskan untuk membeli baju sebagai hadiah yang akan mereka belikan kepada Nenek. Baju berwarna kuning yang cocok dengan kuli Nenek yang berwarna cukup cerah membuat mereka merasa itulah hadiah yang pas dan cocok untuk mereka berikan kepada Nenek. Bagi Yenni, Nenek Shelly adalah neneknya juga karena, Nenek Shelly juga selalu menyamakan kasih sayang yang ia berikan kepada Shelly dan Yenni. Maka dari itu, Yenni selalu menyayangi semua keluarga Shelly. Bagi Yenni mengeluarkan uang itu tak masalah asalkan Nenek atau keluarga Shelly yang lain bahagia. Setelah selesai membelanjakan kebutuhan apa saja yang mereka inginkan, mereka memutuskan untuk pulang karena mereka sudah ditunggu di Rumah Nenek oleh keluarga Shelly. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk cepat-cepat pulang.

Sesampainya di Rumah, mereka segera disambut oleh keluarga Shelly. Keluarga Shelly sudah mengganggap Yenni sebagai keluarga. Kebersamaan yang tidak bisa di dapatkan di dalam keluarga Yenni dapat Ia dapatkan di saat bersama dengan keluarga Shelly. Selain itu baik keluarga Shelly juga selalu memperhatikan Yenni.

Yenni hanya tinggal berdua dengan ayahnya selain itu, ayah Yenni sering pergi meninggalkan Yenni untuk mencari uang berdagang di luar kota. Dengan kata lain, Yenni selalu merasa kesepian bahkan kadang enggan untuk pulang kerumah. Ibu Yenni telah lama bercerai dengan Ayahnya kurang lebih semenjak Yenni berumur 11 tahun. Semenjak Ayah dan Ibunya bercerai Yenni tidak pernah bertemu Ibunya. Ia tidak pernah merasakan perhatian dari seorang Ibu semenjak kedua orang tuanya telah resmi bercerai. Oleh karena hal itu, Shelly selalu berada di dekat Yenni karena ia tidak ingin sahabatnya merasa kesepian karena baginya persahabatan itu bukan hanya dapat dikatakan dimulut saja tetapi dibuktikan dengan nyata.

Analisis Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik

Penjelasan:

semoga membantu

17. buatlah Cerpen singkat berisi struktur, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik ​

Jawaban:

Haji Goni marah-marah lagi. Kali ini, seorang pemuda tertikam kalimatnya yang tajam. Matanya jalang. Urat-uratnya muncul di sela-sela pelipisnya yang basah karena keringat.

“Lu kalo kencing jangan sembarangan! Ini bukan WC umum!”

“Maaf, Aji. Tadi saya kebelet,” Dani menunduk. Jari-jarinya basah.

“Elu tahu, ini kamar mandi fasilitas buat orang yang tinggal di kontrakan gue. Bukan buat elu!”

Haji Goni di usianya yang menginjak hampir kepala tujuh semakin menjadi-jadi saja. Lima tahun menduda dengan anak-anak yang juga sudah masing-masing mandiri membuatnya jadi kesepian dan pemarah. Itulah asumsi warga setempat.

Sementara Dani merupakan pemuda berumur dua puluh lima tahun asal Purwodadi yang sedang merantau ke Jakarta. Ia baru tinggal di RT 6 ini tidak lebih dari dua bulan lamanya. Adalah wajar bagi Ia tak mengenali watak dari Haji Goni. Masuk akal bila Ia tanpa ada rasa takut langsung nyelonong memakai toilet di kontrakan milik Haji Goni. Kenalah dia.

Setiap harinya selalu ada saja yang bisa membuat Haji Goni emosi. Kalau kumat tak pandang bulu. Orang dewasa sampai anak-anak yang main di dekat rumah atau pun kontrakannya pasti kena. Penduduk RT 6 pun jadi was-was tiap kali melewati area milik Haji Goni.

Padahal dulu saat masih muda ia terkenal sebagai orang yang begitu dikagumi dan disegani di kampung ini. Bukan karena harta dan gelar hajinya namun karena memang sifat dan sikapnya yang patut menjadi acuan semua orang.

Kala itu Haji Goni rajin memimpin kerja bakti di lingkungannya. Orang-orang pun secara sukarela mau mengikuti arahannya. Selain memimpin, tak lupa sekedar makanan kecil untuk ngopi mereka yang bekerja pasti disajikan oleh orang dari rumahnya.

Ia mau mengerjakan semua itu meskipun Ia tidak menjabat apa-apa di lingkungan tempat tinggalnya. Tidak harus memiliki jabatan untuk bisa memimpin, katanya. Bukan tidak pernah pula warga menunjuknya untuk jadi ketua RT saja. Tapi Haji Goni selalu menolak. Alasannya satu, khawatir tidak amanah.

18. Sebut dan jelaskan scr singkat unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen itu?

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun sebuah karya sastra dari dalam. Seperti tema, alur, latar, amanat, sudut pandang, majas, tokoh dan penokohan.

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun sebuah karya sastra dari luar. Seperti latar belakang.

Unsur intrinsik adalah unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan sangat penting dalam pembentukan cerpen. ada 7 macam unsur intrinsik cerpen diantaranya tema, alur/plot, setting, tokoh, penokohan, sudut pandang, dan amanat.

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membentuk cerpen dari luar dan pada unsur ini berpengaruh besar terhadap pembuatan amanat dan latar belakang dibentuknya cerpen. ada 2 macam unsur ekstrinsik cerpen diantaranya latar belakang masyarakat dan latar belakang pengarang.

Sumber: https://petikanhidup.com/pengertian-cerpen-unsur-struktur-ciri-fungsi-cerpen-cerita-pendek.html

19. contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya

Contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya:

“Baik Luar Dalam”

Di suatu hari yang sangat cerah, terdapat dua orang teman bernama Dani dan Lili yang tengah mengerjakan tugas sekolah di rumahnya Dani. Mereka berdua mengerjakan tugas sekolah dengan serius dan suasananya pun tampak hening. Kemudian datanglah teman Dani yang bernama Tia di depan rumahnya. Namun Dani sendiri seolah tidak memperhatikan kehadiran Tia tersebut.

“Dani, itu di depan rumah ada Tia sedang nunggu kamu, buruan temui dia, kasian sudah dari tadi dia nungguin kita.” Ujar Lili yang tengah mengerjakan tugas di rumah Dani.

“Bi, bilangin ke orang yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi atau bilang aja aku gak ada gitu ya.” Pinta Dani kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumah Dani.

“Baik non, Bibi akan sampaikan.” Jawab si Bibi.

“Eh Dani, kenapa kamu seperti itu sama Tia? Padahal kan dia pastinya sudah datang jauh-jauh, tapi kenapa kamu usir, kan ga enak. Kasian loh dia, dia juga anak yang baik Dan.” Ujar Lili yang mencoba menasehati Dani.

“Kamu itu gak tau Tia apa Li? dari luarnya memang dia seperti orang yang baik, ramah juga manis.

Tetapi masa kamu hanya mengukur sifat dan sikap seseorang hanya dengan begitu saja, dia itu hanya manis di luar tapi dalamnya pahit tahu Li.” Jawab Dani dengan sinis.

“Loh, pahit gimana maksudnya?” Balas Lili yang masih bingung dengan jawaban si Dani.

“Tahu gak sih kamu, Tia itu sering banget membicarakan keburukan orang lain Li. Bahkan dia itu sering membicarakan keburukan teman sendiri di belakangnya. Pokoknya panjang banget deh kalo harus jelasinnya.” Jawab si Dani dengan setengah sinis.

“Dia itu beda banget sama kamu, kamu itu judes, ceplas-ceplos kalo ngomong sama aku, tapi setidaknya kamu memiliki hati yang tulus Li, bukannya sahabat yang baik di luarnya saja tapi dalamnya busuk. Dalam menjalin pertemanan, aku itu tidak membutuhkan tampilan luar dari seseorang” Jelas ucapan Dani panjang lebar kepada Lili.

Pembahasan

Unsur intrinsik cerpen tersebut

Tema: Persahabatan.

Alur/Plot: Maju.

Setting: Rumah Dani, depan rumah, hari yang cerah, sinis.

Tokoh: Dani, Lili, Tia, Bibi pembantu rumah.

Watak: Dani – protagonis, Tia – antagonis, Lisa – netral.

Sudut Pandang: Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.

Amanat: Dalam menjalin hubungan pertemanan harus baik di depan dan tidak menjelek-jelekkan teman.

Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang Contoh sinopsis cerpen dan isi cerpen https://brainly.co.id/tugas/3426787

2. Materi tentang Apa yang membedakan cerpen remaja dengan cerpen-cerpen tema lain? https://brainly.co.id/tugas/337458

3. Materi tentang Sebutkan cerpen dan struktur cerpennya https://brainly.co.id/tugas/464048

—————————–

Detil jawaban

Kelas: 9

Mapel: Bahasa Indonesia

Bab: Bab 15 – Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Kode: 9.1.15

#TingkatkanPrestasimu

20. Contoh unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen

UNSUR INTRINSIK NOVEL
a. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di dalam berbagai peristiwa dalam cerita (Sudjiman,1990:79).
b. Perwatakan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh (Sudjiman, 1990:79).
c. Alur/plot adalah jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu.
d. Sudut pandang adalah posisi pencerita dalam membawa kisahan, boleh jadi ia tokoh dalam ceritanya (pencerita akuan),boleh jadi pula berada di luarnya (pencerita diaan).
e. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca/penonton/pendengar.
f. Latar adalah segala keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra.
g. Gaya bahasa adalah cara pengarang mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang digunakannya.

UNSUR EKSTRINSIK NOVEL
Merupakan unsur dari luar yang turut mempengaruhi terciptanya karya sastra. Unsur ekstrinsik meliputi biografi pengarang, keadaan masyarakat saat karya itu dibuat, serta sejarah perkembangan karya sastra. Melalui sebuah karya novel kita kadang secara jelas dapat memperoleh sedikit gambaran tentang biografi pengarangnya. Melalui sebuah novel kita pun dapat memperoleh gambaran tentang budaya dan keadaan masyarakat tertentu saat karya itu dibuat.
Nilai-nilai dalam karya sastra dapat ditemukan melalui unsur ekstrinsik ini. Seringkali dari tema yang sama didapat nilai yang berbeda, tergantung pada unsur ekstrinsik yang menonjol. Misalnya, dua
novel sama-sama bertemakan cinta, namun kedua novel menawarkan nilai yang berbeda karena ditulis oleh dua pengarang yang berbeda dalam memandang dan menyingkap cinta, latar belakang pengarang yang berbeda, situasi sosial yang berbeda,
dan sebagainya.
Nilai-nilai yang terkandung
a. Nilai social masyarakat, sifat yang suka memperhatikan kepentingan umum (menolong, menderma, dan lain-lain).
b. Nilai budaya Nilai yang berkaitan dengan pikiran, akal budi, kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat suatu tempat yang menjadi kebiasaan dan sulit diubah.
c. Nilai ekonomi Nilai yang berkaitan dengan pemanfaatan dan asas-asas produksi, distribusi, pemakaian barang, dan kekayaan (keuangan, tenaga, waktu, industri, dan perdagangan).
d. Nilai filsafat, hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya.
e. Nilai politik, Nilai yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku.

Video Terkait